Latihan Soal Pendidikan Agama Buddha Kelas 10 - Bab 8 : Aku Cinta Karya Bangsaku
Selamat datang di halaman Latihan Soal Pendidikan Agama Buddha Kelas 10 Bab 8. Bab ini mengajak kita untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap karya anak bangsa, memanfaatkan IPTEK dengan moralitas, serta menghargai hak kekayaan intelektual.
Rangkuman Materi: Cinta Karya Bangsa dan IPTEK
Sebagai siswa Buddhis, kita diajarkan untuk memanfaatkan kemajuan teknologi demi kesejahteraan bersama dan pelestarian Dharma.
1. Iptek dan Moralitas
Ilmu pengetahuan dan teknologi bersifat netral, ibarat pisau yang bisa digunakan untuk memasak atau melukai. Penggunaannya harus didasari oleh:
- Hiri dan Otappa: Malu berbuat jahat dan takut akan akibatnya, terutama di media sosial (menghindari hoaks dan ujaran kebencian).
- Samma Ajiva: Memilih profesi yang benar di era digital, seperti desainer grafis atau kreator konten positif.
2. Tokoh Inovator Indonesia
Kita patut bangga pada ilmuwan Indonesia yang karyanya diakui dunia:
- B.J. Habibie: Penemu teori keretakan pesawat (Crack Progression).
- Khoirul Anwar: Penemu teknologi basis 4G LTE (OFDM).
- Warsito Taruno: Penemu alat pemindai kanker (ECVT).
- Rendall Hartolaksono: Penemu bahan anti-api dari kulit singkong.
- Josaphat Tetuko: Penemu radar satelit mikro.
3. Pemanfaatan Teknologi untuk Dharma
Teknologi dapat digunakan untuk melestarikan ajaran Buddha, misalnya:
- Membuat animasi kisah Jataka untuk anak-anak.
- Mebuat konten visual ("quote") dari syair Dhammapada.
- Menggalang dana (berdana) melalui platform digital yang transparan.
4. Hak Kekayaan Intelektual (HAKI)
Menghargai karya orang lain dengan tidak membajak dan mencintai produk dalam negeri adalah wujud nyata dari pengamalan sila dan cinta tanah air.
Tujuan Pembelajaran:
- Menunjukkan perilaku bijak dalam memanfaatkan IPTEK dan media sosial.
- Mengenal dan menghargai tokoh-tokoh penemu bangsa Indonesia.
- Menerapkan prinsip Hiri dan Otappa dalam dunia digital.
Petunjuk Pengerjaan:
- Ujian ini terdiri dari 20 soal pilihan ganda (a, b, c, d, e).
- Setiap soal hanya memiliki satu jawaban yang benar.
- Klik tombol Mulai Ujian di bawah untuk memulai.
- Waktu pengerjaan adalah 30 menit (timer otomatis berjalan).
- Setelah selesai, klik Cek Nilai untuk melihat skor dan pembahasan.
5 Contoh Bedah Soal & Pembahasan (Preview)
Berikut adalah 5 contoh soal pilihan ganda tentang IPTEK dan Karya Bangsa yang dilengkapi dengan kunci jawaban. Pelajari contoh ini sebelum mengerjakan kuis interaktif di atas.
Soal 1:
Ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) diibaratkan seperti sebuah pisau. Sifat dasar dari Iptek adalah...
Kunci Jawaban: C. Netral
Pembahasan: Iptek bersifat netral; baik atau buruknya sebuah teknologi sepenuhnya bergantung pada niat dan moralitas manusia yang menggunakannya.
Soal 2:
Sikap batin 'Hiri' dan 'Otappa' sangat penting dalam berinteraksi di dunia maya. Fungsi keduanya adalah...
Kunci Jawaban: B. Menyelamatkan diri dari perbuatan jahat dan dampak hukum/karma buruk
Pembahasan: Hiri (rasa malu berbuat jahat) dan Otappa (rasa takut akan akibat perbuatan jahat) adalah pelindung diri agar tidak melanggar etika dan hukum di media sosial.
Soal 3:
Presiden RI ke-3, B.J. Habibie, dikenal dunia karena penemuan inovatifnya dalam bidang penerbangan, yaitu...
Kunci Jawaban: C. Metode menghitung keretakan pesawat (Crack Progression)
Pembahasan: B.J. Habibie menemukan teori perambatan keretakan (crack progression) yang sangat vital bagi keselamatan dan efisiensi struktur pesawat terbang.
Soal 4:
Ilmuwan Indonesia yang memiliki hak paten atas teknologi berbasis OFDM yang menjadi salah satu komponen penting dalam teknologi 4G LTE adalah...
Kunci Jawaban: C. Khoirul Anwar
Pembahasan: Dr. Khoirul Anwar adalah ilmuwan Indonesia yang menemukan konsep dua FFT yang menjadi standar ITU dan komponen penting dalam teknologi komunikasi 4G LTE.
Soal 5:
Sikap yang benar dalam menghadapi perbedaan pendapat atau komentar negatif di media sosial sesuai ajaran Buddha adalah...
Kunci Jawaban: C. Tidak membalas kebencian dengan kebencian, melainkan dengan cinta kasih
Pembahasan: Sesuai Dhammapada, kebencian tidak akan pernah berakhir jika dibalas dengan kebencian. Hanya cinta kasih dan kesabaran yang dapat meredamnya.




Posting Komentar