Latihan Soal Pendidikan Agama Buddha Kelas 10 - Bab 1 : Indahnya Keberagaman Agama Buddhaku
Selamat datang di halaman Latihan Soal Pendidikan Agama Buddha Kelas 10 Bab 1. Materi ini mengajak kita menelusuri jejak sejarah kejayaan dan kebangkitan kembali agama Buddha di Indonesia serta memaknai indahnya keberagaman.
Rangkuman Materi: Sejarah dan Keberagaman
Sejarah agama Buddha di Nusantara sangatlah panjang dan gemilang, meninggalkan warisan nilai luhur yang relevan hingga kini.
1. Kejayaan Masa Lalu
- Sriwijaya: Pusat pendidikan Buddha terbesar di Asia Tenggara. Tokoh seperti I Tsing dan Sakyakirti membuktikan tingginya peradaban saat itu. Prasasti Nalanda menjadi bukti hubungan internasional Sriwijaya.
- Mataram Kuno: Dinasti Syailendra membangun monumen megah Candi Borobudur pada masa Raja Samaratungga.
- Majapahit: Puncak toleransi beragama dengan semboyan "Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa" dalam kitab Sutasoma. Pejabat Dharmadhyaksa ditunjuk untuk mengurus kerukunan umat beragama.
2. Kebangkitan Kembali
Setelah runtuhnya Majapahit (1478 M), agama Buddha sempat "tertidur". Kebangkitan dimulai dengan kedatangan Bhikkhu Narada Thera (1934) dan peran sentral Ashin Jinarakkhita, putra Indonesia pertama yang menjadi bhikkhu setelah kemerdekaan. Organisasi seperti Perhimpunan Teosofi juga turut andil dalam mengenalkan kembali ajaran Buddha.
3. Indahnya Keberagaman
Agama Buddha memiliki berbagai tradisi (Theravada, Mahayana, Vajrayana). Namun, semua sepakat pada satu tujuan: Nibbana. Perbedaan hanyalah cara/metode, seperti warna-warni pelangi yang berasal dari satu cahaya putih.
Tujuan Pembelajaran:
- Menganalisis sejarah perkembangan kerajaan Buddha di Indonesia.
- Meneladani tokoh-tokoh kebangkitan agama Buddha Indonesia.
- Memahami makna toleransi dalam keberagaman mazhab.
Petunjuk Pengerjaan:
- Ujian ini terdiri dari 20 soal pilihan ganda (a, b, c, d, e).
- Setiap soal hanya memiliki satu jawaban yang benar.
- Klik tombol Mulai Ujian di bawah untuk memulai.
- Waktu pengerjaan adalah 30 menit (timer otomatis berjalan).
- Setelah selesai, klik Cek Nilai untuk melihat skor dan pembahasan.
5 Contoh Bedah Soal & Pembahasan (Preview)
Berikut adalah 5 contoh soal pilihan ganda tentang Sejarah Agama Buddha Indonesia yang dilengkapi dengan kunci jawaban. Pelajari contoh ini sebelum mengerjakan kuis interaktif di atas.
Soal 1:
Kerajaan Sriwijaya pernah menjadi pusat pendidikan agama Buddha terbesar di Asia Tenggara. Hal ini dibuktikan oleh catatan perjalanan seorang peziarah Tiongkok yang bernama...
Kunci Jawaban: B. I Tsing
Pembahasan: I Tsing melakukan kunjungan ke Sumatra (Sriwijaya) dalam perjalanan studinya ke Universitas Nalanda pada tahun 671 M dan mencatat bahwa Sriwijaya menjadi pusat pembelajaran agama Buddha.
Soal 2:
Candi Buddha yang dibangun pada masa Dinasti Syailendra, khususnya pada masa Raja Samaratungga, adalah...
Kunci Jawaban: C. Candi Borobudur
Pembahasan: Candi Borobudur, monumen Buddha terbesar di dunia, dibangun pada masa pemerintahan Raja Samaratungga dari Dinasti Syailendra sekitar abad ke-8 dan 9 Masehi.
Soal 3:
Pada masa Kerajaan Majapahit, toleransi beragama sangat tinggi. Hal ini tercermin dalam istilah 'Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa' yang terdapat dalam kitab...
Kunci Jawaban: B. Sutasoma
Pembahasan: Kalimat 'Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa' terdapat dalam Kitab Kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular yang mengajarkan persatuan antara Siwa dan Buddha.
Soal 4:
Tokoh pelopor kebangkitan agama Buddha Indonesia yang juga merupakan orang Indonesia pertama yang ditahbiskan menjadi bhikkhu setelah kemerdekaan adalah...
Kunci Jawaban: C. Ashin Jinarakkhita
Pembahasan: Bhikkhu Ashin Jinarakkhita (Teh Boan An) adalah pelopor utama kebangkitan agama Buddha pasca kemerdekaan dan memimpin perayaan Waisak 2500 tahun (Buddha Jayanti) pada tahun 1956.
Soal 5:
Dalam menyelesaikan sengketa perebutan air Sungai Rohini antara suku Sakya dan Koliya, Buddha memberikan teladan untuk mengutamakan...
Kunci Jawaban: C. Perdamaian dan nilai kehidupan manusia
Pembahasan: Buddha mendamaikan kedua belah pihak dengan menyadarkan mereka bahwa nilai darah (nyawa) manusia jauh lebih berharga daripada air sungai.




Posting Komentar