Latihan Soal Sejarah Kelas 12 - Bab 2 : Demokrasi Liberal hingga Masa Demokrasi Terpimpin
Ringkasan Materi: Demokrasi Liberal hingga Demokrasi Terpimpin (1950-1966)
Pada bab ini, kita akan mempelajari periode Demokrasi Liberal (1950-1959) yang ditandai dengan kembalinya Indonesia ke bentuk NKRI melalui Mosi Integral Natsir. Periode ini diwarnai Perang Dingin global antara Blok Barat (AS) dan Blok Timur (Soviet), di mana Indonesia mengambil sikap netral sebagai pelopor Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955 dan Gerakan Non-Blok (GNB). Secara internal, periode ini ditandai Pemilu 1955 yang memunculkan empat kekuatan besar: PNI, Masyumi, NU, dan PKI, serta maraknya politik identitas.
Kegagalan Konstituante dan ketidakstabilan politik memicu dikeluarkannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959, yang memulai era Demokrasi Terpimpin (1959-1966). Sukarno menerapkan konsep Nasakom (Nasionalisme, Agama, Komunis) dan politik mercusuar (seperti GANEFO). Periode ini juga diwarnai ketidakseimbangan pusat-daerah yang memicu pemberontakan seperti DI/TII (di berbagai daerah) dan PRRI/Permesta. Puncak dari kemelut politik ini adalah peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965, yang mengakhiri era kekuasaan Sukarno.
Manfaat Mempelajari Bab Ini: Memahami bab ini membantu kita menganalisis akar dari dinamika politik Indonesia. Kita dapat belajar tentang pentingnya sikap non-blok (KAA) dalam politik luar negeri, dampak sistem multi-partai (Pemilu 1955), serta bahaya polarisasi ideologi (Nasakom) dan ketidakadilan pusat-daerah (PRRI/Permesta). Pengetahuan ini penting untuk merefleksikan kompleksitas sejarah bangsa, termasuk tragedi kemanusiaan pasca-G30S, agar tidak terulang di masa depan.
Petunjuk Pengerjaan:
- Ujian ini terdiri dari 20 soal pilihan ganda.
- Setiap soal hanya memiliki satu jawaban yang benar (a, b, c, d, atau e).
- Klik tombol Mulai Ujian untuk memulai.
- Waktu pengerjaan adalah 30 menit.
- Setelah selesai, klik Cek Nilai untuk melihat skor dan pembahasan.




Posting Komentar